Mentan RI Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Sumut

0
136

PRIMENEWS-Medan : Untuk meningkatkan Gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks). Maka pihak kementerian Pertanian akan segera melakukan penyederhanaan dan inovasi kekarantinaan yang ada di Indonesia.

Demikian yang dikatakan Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat menggelar acara Gerakan Tiga kali Lipat Ekspor, “Gratieks” di Kawasan Industri Modern (KIM), Medan (20/2/2020).

Mentan RI SYL mengapresiasi kinerja ekspor pertanian asal Provinsi Sumatera Utara dengan hadir dan langsung melepas ekspor 28 komoditas pertanian senilai Rp. 79,6 Miliar ke 28 negara tujuan.

“Saya turut bangga atas pembangunan pertanian di Sumut. Berdasarkan catatan sertifikasi ekspor dari Karantina Pertanian terjadi peningkatan signifikan ekspor pertanian di tahun 2019 sebesar 23,7% dibanding tahun sebelumnya,” kata Mentan.

Menurut pria yang biasa disapa SYL ini bahwa pada tahun 2018 ekspor komoditas dari Sumut mencapai nilai Rp 26,6 triliun dan meningkat pada 2019 dengan nilai mencapai Rp. 32,2 triliun. Ini menjadi indikator pembangunan pertanian di Sumut sudah ‘on the track’, pertanian berbasis kawasan berorientasi ekspor, tambahnya.

Menurut Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil yang mendampingi kunjungan kerja Mentan ke Sumut menyebutkan bahwa sesuai peran sebagai otoritas karantina, pihaknya memastikan seluruh produk pertanian yang diekspor sehat, aman dan memiliki daya saing di pasar global.

Menurut Jamil pihaknya berperan sebagai fasilitator perdagangan melakukan serangkaian tindakan karantina untuk memastikan komoditas pertanian tujuan ekspor Sumut memenuhi persyaratan teknis Internasional atau Sanitary and Phyosanitary (SPS) Measures.

Jamil juga menyebutkan bahwa 3 (tiga) unit kerjanya beroperasi di Provinsi Sumut masing-masing adalah Karantina Pertanian Belawan, Medan dan Tanjung Balai Asahan.

Sesuai arahan Mentan untuk mendorong ekspor, pihaknya selain memperkuat sistem penyelenggaraan perkarantinaan juga menyiapkan terobosan dan inovasi layanan ekspor.

Penggunaan teknologi informasi, penguatan sinergisitas serta diplomasi pertanian menjadi bagian yang tidak terpisahkan guna mencapai target nilai ekspor tiga kali lipat, papar Jamil.

Gubernur Provinsi Sumatera Utara, yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Hj R Sabrina hadir dan melepas ekspor.

Adapun 28 ragam komoditas yang telah mendapat sertifikasi ekspor karantina pertanian di Sumut dan siap diberangkatkan menuju 28 negara mitra dagang. Komoditas ekspor terdiri dari sub sektor perkebunan, hortikultura, peternakan, tanaman pangan dan juga komoditas hasil kehutanan.

Dengan komoditas terbesar berupa biji kopi sebanyak 290,7 Ton senilai Rp. 21,3 milyar ke 5 negara antara lain Jerman, Amerika, Kanada, Singapore dan Korea Selatan.

Mentan berharap di masa mendatang, dirinya akan membawa kopi Sumut ikut di acara seharian minum kopi gratis, saya akan membidik pasar tujuan ekspor seperti Jerman dan kawasan eropah lainnya.

Jadi kegiatan ini kita harapkan bisa meningkatkan volume ekspor dan memperluas akses pasar dunia, kita akan lakukan diplomasi ‘minum kopi’ ini,” tutur Syahrul Yasin Limpo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here