Polda Jateng Jelaskan Modus Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Tipu Pengikutnya

0
208
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat konferensi pers di Mapolda Jawa Tengah, Rabu (15/1).

Di era serba teknologi sekarang masih saja ada orang yang percaya dengan berbagai bentuk tipu daya yang memakan banyak korban. Seperti yang terjadi di Purworwjo ini, Toto Santoso dan Fanni Aminadia yang mendadak viral karena mendirikan sebuah kerajaan baru di daerah Purwerejo, Jawa Tengah. Kerajaan tersebut diberi nama Keraton Agung Sejagat.

Keraton tersebut menjadi modus penipuan yang dilakukan oleh Toto dan Fanni. Mereka berdua kemudian ditangkap pihak kepolisian karena melanggar Pasal 14 UU RI No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

“Kami mempunyai bukti cukup yang kami temukan, adanya motif untuk melakukan penarikan dana dari masyarakat dengan cara-cara tipu daya dengan menggunakan simbol-simbol kerajaan,” ujar Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat konferensi pers di Mapolda Jawa Tengah, Rabu (15/1).

Selain itu Irjen Pol Rycko juga menjelaskan kalau Toto dan Fanni menipu para pengikutnya dengan doktrin ideologi. Hal itu yang kemudian membuat para pengikut mudah tertipu dan percaya dengan mimpi semu Keraton Agung Sejagat.

“Dengan menawarkan berbagai harapan-harapan melalui sebuah ideologi sehingga orang tertarik menjadi pengikutnya kemudian mau mengeluarkan sejumlah uang dengan harapan kehidupannya bisa berubah,” ujar Irjen Pol Rycko.

Toto Santosa Hadiningrat (42) ditangkap polisi bersama dengan permaisurinya Fanni Aminadia (41) alias Dyah Gitarja atau Kanjeng Ratu di luar keraton, di sebuah rumah di kawasan Wates, Yogyakarta, Selasa (14/1/2020). Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan berkedok kerajaan.

Meski menyandang gelar Raja dan Ratu tetapi keduanya tidak berstatus suami istri. Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolda Jateng, Irjen Rycko Amelza Dahniel.

“Fanni Aminadia yang diakui sebagai permaisuri ternyata bukan istrinya, tetapi hanya teman wanitanya,” kata Rycko.

Rycko mengatakan, Fanny berasal dari Jakarta Selatan, sedangkan Toto berasal dari Ancol, Jakarta Utara. Toto sempat kos di Yogyakarta, namun pindah ke Purworejo karena mengaku menerima wangsit untuk membangun kerajaan di sana bersama dengan Fanni.

“Menurut wangsit kerajaannya di Purworejo,” ucap Rycko.

Keberadaan Kerajaan Keraton Agung Sejagat membuat warga sekitar resah. Mereka merasa terganggu dengan kegiatan yang dilakukan oleh Toto dan pengikutnya. Polisi menjerat keduanya dengan Pasal 14 ayat (1) dan (2) UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan karena Toto diduga menipu para pengikutnya dengan meminta uang iuran hingga puluhan juta.

Viralnya kerajaan baru di Purworejo ini bermula saat video rekaman acara Wilujengan dan Kirab Budaya yang digelar pada Jumat (10/1/2020) hingga Minggu (12/1/2020) oleh para anggota kerajaan beredar luas di media sosial. Sang Raja Toto Santosa mengklaim bahwa dirinya merupakan Rangkai Mataram Agung. Totok memiliki misi menjadi juru damai dunia dan mengklaim punya lebih dari 400 pengikut, baik itu dari bangsa manusia ataupun jin.

Polisi menduga, kelompok pimpinan Totok tersebut telah melakukan penipuan dan berita bohong ke masyarakat. Sementara itu, pihak pemerintah daerah memastikan akan menghentikan segala kegiatan kelompok tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here