Januari 20, 2026
WhatsApp Image 2026-01-19 at 22.12.54

PRIMENEWS | Jakarta :Pengumuman resmi swasembada pangan nasional tahun 2025 disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 7 Januari 2026, dalam acara Panen Raya di Karawang, Jawa Barat, menandai pencapaian kemandirian pangan Indonesia melalui surplus beras 3,52 juta ton dan tidak adanya impor beras konsumsi sepanjang tahun 2025, didukung peningkatan produksi padi dan rekor Nilai Tukar Petani (NTP).

Dalam bincang tipis-tipis Erman Tale Daulay dengan Peneliti BRIN dan Perwakilan IRRI di Indonesia Prof. Dr. Hasil Sembiring menyampaikan bahwa pencapaian tersebut adalah merupakan jerih payah tim dari Kementerian Pertanian untuk mewujudkan swasembada maupun lumbung pangan dunia.

“Saya tau betul teman-teman di Kementan, TNI serta yang lainnya jungkir balik dalam meningkatkan produksi baik melalui cetak sawah, pompanisasi, mendorong penggunaan alsintan di lapangan. Hasil kerja keras yang dilakukan selama ini sudah dilakukan,” tandasnya.

Target pencapaian swasembada pangan ini seharusnya dalam program adalah 4 tahun, menurut Hasil Sembiring pencapaian ini bisa diwujudkan karena kerja keras dan kemauan seluruh tim dalam menjalankan program secara cepat, seperti pola tanam yang selama ini hanya satu kali digenjot menjadi dua kali, yang dua kali menjadi tiga kali. Kemudian cetak sawah baru dan penerapan penggunaan alsintan serta pompanisasi.

“Ke depan, pencapaian produktivitas terus ditingkatkan, kuncinya adalah inovasi dan teknologi,” paparnya.

Kunci dari penerapan inovasi ini adalah Penyuluh Pertanian di lapangan yang bersentuhan langsung dengan petani. Diharapkan, penyuluh ini yang mendampingi petani dalam meningkatkan hasil produksi pertaniannya. Tidak hanya produktivitas, tapi juga kesinambungan lingkungan yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *