Februari 9, 2026
Kuliah UMUM Resiliance

PRIMENEWS | MEDAN : Kuliah Umum yang digelar Universitas IBBI mengusung tema “Resilience at Work: Mengelola Pikiran, Bahasa, dan Emosi sebagai Bekal Ketangguhan Profesional di Dunia Kerja”, Senin (2/1/2026) di UCSN Hall Kampus Universitas IBBI, Jalan Sei Deli Medan menekankan bahwa perubahan lansekap dunia kerja yang semakin cepat dan kompetitif menuntut lulusan perguruan tinggi untuk tidak hanya unggul secara akademik dan teknis, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan emosional, serta pola pikir yang adaptif.

Transisi dari lingkungan akademik yang relatif terstruktur menuju dunia kerja yang sarat dengan tuntutan kinerja, target, dan ekspektasi menjadi tantangan tersendiri bagi setiap calon tenaga kerja.

Pada fase awal karier, keterbatasan dalam mengelola stres, emosi, serta pola pikir adaptif dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan diri dan motivasi kerja, bahkan berpotensi menyebabkan kondisi burnout. Oleh karena itu, penguatan ketangguhan profesional (professional resilience) menjadi aspek penting yang perlu dipersiapkan sejak masa perkuliahan.

Ketangguhan profesional tidak hanya berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk bertahan di bawah tekanan, tetapi juga kemampuan untuk bangkit dari kegagalan, beradaptasi terhadap perubahan, serta tetap berfungsi secara optimal di tengah dinamika lanskap dunia kerja yang terus berkembang.

Dalam perspektif Neuro-Linguistic Programming (NLP), ketangguhan individu sangat dipengaruhi oleh cara seseorang mengelola pikiran, bahasa, dan emosi. Pola pikir yang dibangun, bahasa yang digunakan dalam dialog internal, serta kemampuan mengelola kondisi emosional akan menentukan bagaimana individu merespons berbagai situasi dan tantangan di dunia kerja.

Sebagai bentuk komitmen dalam menyiapkan lulusan yang tangguh dan berdaya saing, Universitas IBBI menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan kesiapan mental dan emosional mahasiswa.

Melalui kuliah umum bertema “Resilience at Work: Mengelola Pikiran, Bahasa, dan Emosi sebagai Bekal Ketangguhan Profesional di Dunia Kerja”, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman serta keterampilan awal untuk membangun ketangguhan profesional secara sadar. Pendekatan NLP diharapkan dapat memberikan kerangka yang praktis dan aplikatif bagi mahasiswa dalam mengenali pola pikir, mengelola emosi, serta membangun bahasa internal yang mendukung kesiapan mental menghadapi dunia kerja.

Narasumber dalam kuliah umum “Resilience at Work” adalah Hingdranata Nikolay, pendiri dan CEO Inspirasi Indonesia. Ia merupakan orang pertama di Asia Tenggara yang mendapatkan kepercayaan langsung dari Dr. Richard Bandler, pencipta NLP, sebagai Licensed Master Trainer of NLP, serta dipercaya untuk menjalankan program NLP berlisensi resmi di Indonesia sejak tahun 2008.

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang NLP, Hingdranata Nikolay juga terus mengembangkan keilmuannya dalam bidang neurosains, psikologi, dan ilmu sosial untuk memahami cara kerja otak serta penerapannya dalam membantu individu berpikir lebih efektif, kreatif, mampu mengelola emosi dengan lebih baik, berkomunikasi secara efektif, dan membangun hubungan yang berkualitas.

Melalui gaya penyampaian yang lugas, jelas, dan interaktif, yang dipadukan dengan pengalaman profesional yang luas, Hingdranata Nikolay mampu menyampaikan materi secara mendalam namun tetap mudah dipahami, sehingga memberikan pengalaman belajar yang relevan dan aplikatif bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja.

Kegiatan Kuliah Umum juga diisi dengan sosialisasi Peraturan Rektor Universitas IBBI tentang Integrasi Kredensial Mikro Dalam Capaian Pembelajaran Lulusan sebagai bentuk penguatan kompetensi dari pengakuan formal terhadap Capaian Pembelajaran dalam kurikulum sehingga mahasiswa nantinya memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *