PRIMENEWS | Pontianak : Menyambut Tahun Baru Imlek, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggelar Economic Outlook & Chinese New Year 2026 – The Fire Horse Economy: Investing with Purpose, Building Legacy di Pontianak, Jumat (27/3/2026) sebagai bagian dari penguatan layanan wealth management bagi nasabah BTN Prioritas dan BTN Private.
Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan memberikan apresiasi kepada nasabah prioritas dan private yang telah setia bersama BTN. Pada kesempatan yang sama, Rully juga menyampaikan optimisme terhadap prospek ekonomi nasional serta arah transformasi perseroan di tahun mendatang.
“Saya yakin mungkin semester dua akan jauh lebih baik, sebetulnya dari pemerintah menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2025 mungkin rentangnya sekitar 5,5 persen dan inflasi stabil. Kami melihat semangat kuda api selaras dengan arah transformasi BTN. Kalau bapak ibu bertanya BTN gimana? Kami sedang melakukan transformasi di BTN yang tadi saya cerita bahwa BTN sangat dominan KPR, tapi kami menyatakan bahwa Bank kami adalah Bank consumer,” katanya.
Rully juga menegaskan bahwa transformasi di BTN fokus pada penguatan fundamental, termasuk likuiditas yang sehat dengan struktur pendanaan yang solid. Secara nasional, kinerja BTN sepanjang 2025 menunjukkan fondasi yang kuat. Perseroan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun atau tumbuh 16,4 persen secara year-on-year (YoY), dengan total aset mencapai Rp527,8 triliun atau meningkat 12,4 persen YoY. Capaian tersebut menjadi landasan penguatan strategi consumer banking dan pengembangan layanan wealth management di berbagai daerah.
Sejalan dengan transformasi tersebut, kinerja bisnis BTN di Pontianak juga menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Hingga akhir 2024, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp397 miliar dan meningkat menjadi Rp444 miliar pada akhir 2025. Komposisi dana murah (CASA) turut menguat dari Rp103 miliar menjadi Rp132 miliar dalam periode yang sama, mencerminkan struktur pendanaan yang semakin sehat dan efisien. Di sisi pengelolaan dana nasabah, Fund Under Management (FUM) BTN di Pontianak tumbuh dari Rp587 miliar pada akhir 2024 menjadi Rp693 miliar pada akhir 2025, atau meningkat sekitar 18 persen secara tahunan (year-on-year).
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan nasabah terhadap layanan wealth management BTN, sekaligus mencerminkan keberhasilan strategi consumer banking yang lebih seimbang antara pembiayaan dan pendanaan.
Dalam forum eksklusif tersebut, para nasabah memperoleh pandangan strategis mengenai prospek ekonomi 2026 dari Filbert Anson, Head of Research PT Trimegah Asset Management, yang menguraikan kondisi geopolitik, arah pertumbuhan ekonomi Indonesia, dinamika suku bunga, penurunan credit rating Indonesia, serta pendekatan alokasi aset yang adaptif di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.
“Untuk obligasi kita pilih bond dengan durasi panjang, dan obligasi korporasi yang volatilitasnya lebih rendah, sementara saham kita tidak berharap saham akan seperti tahun lalu, namun kita melihat sektor -sektor tertentu yang ada kesempatan trading diantara saham sektor komoditas seperti emas yang akan perform, ada juga beberapa saham bluechip seperti bank Himbara yang harganya menarik,” kata Filbert.
Melengkapi perspektif tersebut, Suhu Hak Hiong, Master Feng Shui, memberikan refleksi mengenai karakter Tahun Kuda Api sebagai simbol energi, percepatan, dan transformasi, sekaligus menekankan pentingnya keseimbangan antara keberanian mengambil momentum dan kebijaksanaan dalam menjaga keberlanjutan.
“Menurut saya, (bisnis) yang paling cuan di tahun ini kreatif , teknologi dan energi,” ujarnya.
Melalui rangkaian diskusi tersebut, BTN berharap nasabah dapat memasuki 2026 dengan strategi investasi yang lebih matang, terarah, dan selaras dengan tujuan jangka panjang masing-masing.
