Mei 19, 2026
IMIGRASI TANJUNG PRIOK

PRIMENEWS | Jakarta : Pelabuhan Tanjung Priok adalah salahsatu titik tersibuk aktivitas maritim nasional. Di kawasan yang menjadi pintu laut utama Indonesia ini, Imigrasi dituntut untuk hadir dengan layanan yang cepat sekaligus pengawasan yang akurat.

Menjawab kebutuhan itu, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Priok sinerji dengan KSOP Utama Tanjung Priok menghadirkan inovasi Immigration Corner, sebuah layanan paspor langsung di kawasan pelabuhan yang memudahkan pelaut dan calon pelaut mengurus dokumen tanpa harus pergi jauh ke kantor imigrasi. Terobosan ini menjadi yang pertama di Indonesia dalam pelayanan paspor bagi pelaut, sekaligus bentuk nyata kehadiran negara di tengah aktivitas maritim.

Bagi para pelaut, kehadiran Immigration Corner merupakan perubahan signifikan. Selama ini, banyak dari mereka yang baru kembali dari pelayaran harus menempuh perjalanan panjang ke kantor imigrasi, bahkan ketika jadwal istirahat sangat terbatas. Apalagi ada pelaut yang kembali ke kampung halaman, pada saat mengurus paspor harus menempuh perjalanan relatif jauh ke kota. Kini, negara hadir tepat di pusat aktivitas mereka, menjadikan layanan paspor jauh lebih ringkas, cepat, dan sesuai kebutuhan lapangan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Priok, Imam Setiawan, menegaskan bahwa layanan ini merupakan wujud komitmen menghadirkan pelayanan prima yang adaptif.

“Immigration Corner adalah bentuk nyata komitmen Imigrasi untuk hadir lebih dekat kepada para pelaut,” ujarnya dalam Bincang Tipis-Tipis di kanal Tale Trias Info.

Selain inovasi layanan paspor, Imigrasi Tanjung Priok memperkuat fungsi pengawasan melalui berbagai sistem digital yang menjadi bagian dari ekosistem CIQ (Customs, Immigration, Quarantine).

Lewat Platform ALL INDONESIA membuat proses kedatangan penumpang menjadi lebih efisien. Aplikasi ini mengintegrasikan kartu kedatangan, deklarasi barang, hingga data kesehatan dalam satu isian, dan telah tersambung dengan APK (Aplikasi Perlintasan). Dengan integrasi ini, pemeriksaan imigrasi berlangsung lebih cepat, dan formulir fisik tidak lagi diperlukan.

Untuk pengawasan, hadir SIPP (Sistem Deteksi Dini Penumpang dan Awak Kapal), sebuah sistem yang dikelola Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memonitor data penumpang dan awak kapal secara elektronik. Sistem ini mampu mendeteksi apakah seorang warga negara asing masuk dalam daftar cekal atau memiliki catatan pada database Interpol.

Menurut Imam Setiawan, kolaborasi lintas instansi dan pemanfaatan teknologi merupakan kunci menjaga keamanan sekaligus kelancaran arus global di pelabuhan.

“Tanjung Priok adalah pintu laut utama Indonesia. Di sini, kecepatan layanan dan ketepatan pengawasan harus berjalan seiring. Inovasi digital dan kolaborasi lintas instansi memastikan Indonesia tetap aman, kompetitif, dan ramah bagi pengguna jasa,” jelas Imam.

Pelayanan Maju dan Pengawasan Tegas

Kehadiran Immigration Corner dan integrasi ALL INDONESIA memperkokoh peran Imigrasi Tanjung Priok sebagai garda depan mobilitas maritim Indonesia. Pelaut kini dapat mengurus dokumen dengan lebih mudah, alur pemeriksaan semakin cepat, dan keamanan pintu laut tetap terjaga.

Inovasi-inovasi ini menunjukkan bahwa Imigrasi Tanjung Priok tidak hanya mengutamakan pelayanan, tetapi juga memastikan setiap pergerakan manusia dan barang berlangsung aman, tertib, dan sesuai standar internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *