PRIMENEWS : Aceh Tamiang : Banjir kembali melanda Kabupaten Aceh Tamiang setelah hujan lebat memicu genangan di sejumlah wilayah, Minggu (11/10/2026). Di tengah kondisi tersebut, informasi status wilayah yang beredar dari BPBD Aceh Tamiang menyebutkan 10 kecamatan berstatus siaga dan dua kecamatan berstatus waspada.
Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir merendam 14 desa di enam kecamatan sejak Minggu (11/10) malam. Kejadian itu terjadi setelah Aceh Tamiang diguyur hujan deras sehingga menyebabkan pemukiman warga terendam banjir.
Desa yang terendam banjir tersebar di Kecamatan Tenggulun, Kejuruan Muda, Karang Baru, Bandar Pusaka, Tamiang Hulu dan Bendahara. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.
“Korban terdampak masih dilakukan pendataan,” kata Kepala BPBA Bahron Bakti dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, banjir menyebabkan 150 kepala keluarga (KK) di Desa Bandar Khalifah dan lima KK di Desa Rongoh Kecamatan Tamiang Hulu harus mengungsi. Selain itu pengungsi juga terdapat di Desa Alur Selebu Kecamatan Kejuruan Muda sebanyak 110 KK, dan Desa Sumber Makmur Kecamatan Tenggulun sebanyak 20 KK.
“Ketinggian banjir berkisar 30 hingga 50 sentimeter. Kondisi terakhir debit air terus bertambah,” ujarnya.
Sementara di Aceh Tengah, banjir merendam Desa Bamil Nosar di Kecamatan Bintang, dan longsor terjadi di Desa Toweren Kecamatan Lut Tawar pada Minggu (11/10). Akses jalan sempat tertutup material longsor namun saat ini sudah dapat dilewati kembali.
Banjir juga dilaporkan terjadi di Aceh Tenggara dan Gayo Lues. Banjir di sana juga terjadi setelah kawasan itu diyugur hujan lebat sehingga menyebabkan aliran sungai meluap
Berdasarkan poster informasi status wilayah BPBD Aceh Tamiang yang beredar pada 12 Oktober, kecamatan yang dicantumkan berstatus siaga ialah Bandar Pusaka, Bendahara, Karang Baru, Kejuruan Muda, Kota Kuala Simpang, Rantau, Sekerak, Seruway, Tamiang Hulu, dan Tenggulun. Sementara itu, Kecamatan Banda Mulia dan Manyak Payed masuk kategori waspada.
Poster tersebut juga mengingatkan masyarakat untuk memantau informasi resmi kebencanaan, menyiapkan kebutuhan darurat keluarga, serta menghindari aktivitas di kawasan rawan banjir, longsor, maupun cuaca ekstrem.
Warga juga diminta tidak menunggu air memasuki rumah untuk mulai melakukan langkah penyelamatan. Dokumen penting, obat-obatan, dan kebutuhan darurat sebaiknya disiapkan agar mudah dibawa jika kondisi mengharuskan evakuasi.
