JMS Kejari Poso di Kelas Darurat Pasca-Kebakaran SMAN 1 Pamona Selatan: Jaksa Edukasi Literasi Digital, Bagi Alat Tulis dan Masker, serta Pelopori Tanam Pohon Kadar Air Tinggi
JMS Kejari Poso di Kelas Darurat Pasca-Kebakaran SMAN 1 Pamona Selatan: Jaksa Edukasi Literasi Digital, Bagi Alat Tulis dan Masker, serta Pelopori Tanam Pohon Kadar Air Tinggi
PRIMENEWS | Poso : Kejaksaan Negeri (Kejari) Poso menggelar aksi nyata peduli pendidikan dan lingkungan melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) pada Jumat (18/09/2026) pukul 10.00 WITA. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Poso, Yos A. Tarigan, S.H., M.H., M.I.Kom., memimpin langsung kunjungan ke lokasi kelas darurat SMAN 1 Pamona Selatan yang sebelumnya mengalami musibah kebakaran.
Turut mendampingi Kajari dalam kegiatan adaptif ini, Plt. Kasi Intelijen/Kasi Datun Kejari Poso, Reza Torio Kamba, S.H., bersama Jajaran Tim Intelijen Kejari Poso. Kedatangan tim disambut hangat oleh Kepala Sekolah, Raspil Agintowe Lasimu, S.Pd., beserta para guru dan siswa.
Dalam giat ini, Tim JMS Kejari Poso memberikan edukasi literasi digital secara lisan melalui metode interaktif nonton bareng (berbagi layar gawai) bagi siswa. Selain itu, Kejari Poso menyalurkan bantuan berupa 1.200 unit masker dan alat tulis berupa 312 unit pulpen gadget multifungsi yang dapat digunakan sebagai dudukan gawai. Tim juga membagikan Majalah Kejaksaan serta mentransfer Buku Saku Digital yang berisi panduan hukum, bahaya perundungan (bullying), dan pencegahan tindak pidana siber ke gawai guru untuk dijadikan Pusat Literasi.
Pelopori Gerakan Tanam Pohon Kadar Air Tinggi
Di hadapan warga sekolah, Kajari Poso Yos Tarigan menyampaikan orasi lingkungan bertajuk “Menanam Pohon Berkadar Air Tinggi dan Memutus Bara: Mengunci Kebakaran Lahan Poso dengan Ketertiban Tunas dan Mulut”. Gagasan ilmiah ini dihadirkan sebagai solusi konkret pasca-musibah agar kebakaran fasilitas sekolah tidak terulang lagi.
“Jika dari sekarang kita sudah menanam pohon berkadar air tinggi di sekeliling kita, vegetasi ini akan bertindak seperti spons basah yang mematikan api secara otomatis saat kemarau,” ujar Yos Tarigan.
Kajari menginstruksikan dua gerakan disiplin sejak dini:
- Gerakan Menanam Pohon Kadar Air Tinggi: Mengajak siswa menanam vegetasi penyimpan air seperti Pohon Pisang (terutama Pisang Liar/Abaka), Lidah Buaya Raksasa, dan Nanas Kerang di pekarangan rumah serta membentuk pagar hidup rapat di batas luar SMAN 1 Pamona Selatan.
- Tertib Memutus Bara: Menyediakan kaleng pasir untuk puntung rokok di area sekolah, melatih siswa menegur perokok di dekat lahan kering dengan sopan, serta melakukan edukasi di rumah agar orang tua tidak membersihkan kebun dengan cara dibakar.
Kepala Sekolah SMAN 1 Pamona Selatan, Raspil Agintowe Lasimu, S.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian holistik Kejari Poso yang memberikan bantuan fisik, wawasan digital, sekaligus strategi mitigasi bencana yang sangat penting bagi masa depan sekolah. Kegiatan ditutup dengan pekikan yel-yel penyemangat dan sesi foto bersama.
