Juni 20, 2024

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi diberi gelar Sojuangon Perkasa Alam oleh Parsadaan Boru Harahap (Parboha). Sedangkan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumut Nawal Lubis diberi gelar Namora Kartika Hasayangan.

Penobatan dan pemberian gelar tersebut berlangsung pada acara Peringatan Hari Jadi (Milad) ke-2 Parsadaan Boru Harahap (Parboha), di Aula Tengku Rizal Nurdin (TRN) Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Senin (24/7). Hadir di antaranya Ketua Pembina Parboha Sumut Rahudman Harahap, Ketua Parboha Sumut Dewi Harahap, serta para tokoh masyarakat Tabagsel.

Kesempatan tersebut, Gubernur Edy Rahmayadi juga disuguhi acara adat manortor sebagai penghormatan dari persatuan Parboha kepada Gelar Mangaraja Sojuangon Perkasa Alam Nasution dan Nawal Lubis bergelar Namora Kartika Hasayangan. Hal itu sebagai wujud syukur sekaligus rasa terima kasih atas hadirnya orang nomor satu di Sumut ini pada perayaan hari jadi organisasi wanita bermarga Harahap itu.

Dalam sambutannya, Gubernur Edy Rahmayadi Gelar Mangaraja Sojuangon Perkasa Alam menyampaikan bahwa keberadaan Parboha merupakan bentuk dari eksistensi kebesaran dan kearifan lokal luar biasa di Sumut. Karenanya, seluruh masyarakat sejatinya sangat perlu menjaganya.

“Inilah kearifan lokal di Sumut yang luar biasa. Kita jaga kehormatan dan peradaban ini, sebagai identitas dan tentu mempunyai ciri khas tersendiri,” sebut Gubernur.

Karena itu, lanjut Gubernur, selain keturunan dari para leluhur yang memang dilekatkan marga pada nama seseorang, gelar kehormatan juga diberikan kepada mereka yang melangsungkan pernikahan secara adat. Sebagaimana Edy Rahmayadi sendiri, yang dinobatkan dengan marga Nasution sebagai penghormatan dan bagian dari adat.

“Jadi jangan sembarangan memberi marga. Kecuali ada perkawinan yang memang harus diberi marga (penyematan gelar), untuk menjaga garis keturunan. Dan ini adalah sebuah kebanggaan bagi kita yang harus dipertahankan dan dipelihara,” pungkasnya.

Sementara Ketua Parboha Sumut Dewi Harahap mengatakan, bahwa pendirian organisasi perkumpulan para perempuan bermarga (Boru) Harahap, bertujuan untuk mengumpulkan wanita Boru Harahap yang ada di Sumut. Tergabung dalam wadah silaturahmi, mencari keberkahan dengan memberikan sumbangsih yang bermanfaat dan dapat membantu masyarakat, sehingga berguna bagi bangsa dan negara.

“Dengan moto Salumpat Saindege, yang berarti kehidupan yang berdasarkan kebersamaan, keselarasan, dan keserasian,” ujar Dewi Harahap.

Namun di usia perkumpulan yang baru dua tahun, Dewi Harahap meminta perhatian berupa nasihat dari Gubernur dan para tokoh masyarakat, khususnya Tabagsel, agar Parboha dapat turut serta mendukung dan membantu memajukan Sumut menuju provinsi yang Bermartabat.

“Kami Boru Harahap (Parboha) ini Pak, masih berusia dua tahun. Ibarat anak kecil, kami masih perlu bimbingan. Jadi kami butuh arahan agar Parboha ini bisa bermanfaat bagi banyak orang,” pungkas Dewi, yang selanjutnya digelar pemotongan kue tanda hari jadi ke-2 Parboha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *