Juni 24, 2024

PRIMENEWS | MEDAN-Alumni sekolah Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK)/Sekolah Internasional PrimeOne School (POS) Medan sudah tersebar ke 8 penjuru mata angin dan sudah berkarya sesuai dengan impiannya masing-masing. Salah seorang alumni POS Medan tahun 2018, Verly Laurencia Hanlie memilih berkarir mengikuti jejak orang tuanya, bisnis properti.

Anak kedua dari tiga bersaudara putri pasangan Saman Lie dan Megi ini memilih melanjutkan pendidikannya ke UPH Medan jurusan Management (Contemporary Marketing Concentration). Selama di POS Medan, Verly memiliki sederet prestasi, 1st winner at Wilmar speech competition (2016), 1st winner at Wilmar news casting competition (2016), 1st winner at teochew festival speech competition (2016), 1st winner at UPH business competition (2016), 1st runner up at St.Thomas speech competition (2017), 2nd runner up at St.Thomas speech competition (2015) dan Finalist Mr and Ms POS 2013 and 2016.

Kesehariannya saat ini sebagai Co Director di salah satu perusahaan properti sudah ia tekuni sejak 2021 dan berawal dari mengikuti jejak orang tua.

“Saya merasa hal yang saya pelajari di PrimeOne School selain dari segi akademik, tapi juga pendidikan terkait “Character Building” dimana dengan aktifitas dan masukan dari guru-guru di PrimeOne School, saya dapat menemukan karakter saya. Dengan begitu saya dapat menemukan cara agar menggunakannya dengan positif di dalam karir,” kata Verly Laurencia Hanlie.

Ke depan, Verly bercita-cita untuk mengembangkan bisnis properti, karena di bisnis properti yang ia geluti saat ini ia menemui berbagai individu yang berbeda yang membuat Verly belajar akan pentingnya “People Skill”.

Dalam perbincangan singkat dengan Verly, ia menyampaikan pesan kepada generasi muda ‘Don’t procrastinate as nobody will earn your money for you.

“Saya belum merasa cukup sukses dan berpengalaman untuk diikuti. Sekolah di POS Medan adalah pengalaman penting dalam seumur hidup dan saya benar-benar percaya orang tua saya membuat pilihan yang tepat dengan mengirim saya ke sekolah ini. Program pengajaran yang baik dan bermutu adalah satu hal alasan tetapi bagi saya yang paling melekat adalah ingatan komunitas siswa dan guru yang saling mendukung dan menciptakan lingkungan seperti keluarga,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *