PRIMENEWSS | Jakarta : Di panggung Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV Ikatan Keluarga Alumni Pelajar Sipirok (IKAPSI) yang digelar pada 24–26 Juli 2026 di Hotel Bukit Vipassana, Kampoeng Legok, Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Hamsir Siregar RCM menyampaikan sebuah pesan yang lebih dari sekadar sambutan.
Sebagai Dewan Pembina DPP IKAPSI dari unsur Alumni SMA Negeri 1 Sipirok Alumni 1983, ia mengajak seluruh keluarga besar IKAPSI mengambil peran penting dalam merawat kehebatan putra-putri Sipirok, agar estafet kepemimpinan dan prestasi tidak pernah terputus dari generasi ke generasi.
Duduk di Dewan Pembina bersama sahabat seangkatannya, Halim Piliang, Hamsir mengingatkan bahwa Sipirok memiliki sejarah yang membanggakan. Dari tanah yang dikenal melahirkan banyak insan berintegritas itu, lahir tokoh-tokoh besar yang mewarnai perjalanan bangsa.
Nama-nama seperti Arifin Siregar, mantan Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Perdagangan, Raja Inal Siregar, Gubernur Sumatera Utara, hingga sederet tokoh nasional lainnya menjadi bukti bahwa Sipirok menjadi salahsatu lumbung pemimpin Indonesia di berbagai bidang, mulai dari demokrasi, birokrasi, dunia pendidikan, dunia usaha hingga profesi lainnya.

Namun bagi Hamsir, kebanggaan terhadap sejarah saja tidak cukup. Kehebatan itu harus terus dirawat. IKAPSI, menurutnya, memiliki peran strategis sebagai rumah besar yang menjaga tali persaudaraan, membangun jejaring, sekaligus melahirkan kader-kader baru yang kelak tampil sebagai anggota legislatif, kepala daerah, birokrat, akademisi, profesional, dan pemimpin nasional.
Hamsir berasal dari Nagasaribu, Padang Bolak Tenggara, Kabupaten Padang Lawas Utara, telah lama menyatu dengan masyarakat Sipirok. Sejak kecil Hamsir tumbuh dalam kultur Tabagsel yang menjunjung tinggi semangat marsialapari—budaya gotong royong, saling membantu, dan saling menguatkan tanpa memandang asal-usul.
Nilai itulah yang membentuk perjalanan hidupnya. Hingga kini Hamsir dikenal sebagai sosok yang aktif berorganisasi dan dipercaya memimpin berbagai paguyuban masyarakat Tabagsel di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua Umum Parsadaan Siregar Boru Dohot Bere (PSBB), aktif sebagai Ketua Umum Parsadaan Padang Lawas Utara, dan belum lama ini dipercaya sebagai Ketua Umum Forum Masyarakat Tabagsel (FORMAT).
Pengalaman itu membuat Hamsir meyakini bahwa kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui persatuan. Karena itu, dari mimbar Rakernas IKAPSI, ia mengajak seluruh organisasi kedaerahan memperkuat sinergi, menghilangkan sekat-sekat, dan bergandengan tangan membangun Tapanuli Bagian Selatan.
Dalam pidatonya, Hamsir juga memberikan apresiasi kepada IKAPSI yang selama ini konsisten menyuarakan aspirasi pembentukan Daerah Otonom Baru Provinsi Sumatera Tenggara. Menurutnya, perjuangan itu merupakan ikhtiar bersama demi mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tabagsel.
Hamsir menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai agenda IKAPSI ke depan. Ia berharap organisasi ini terus menjadi wadah yang mampu merawat kebesaran nama Sipirok sekaligus melahirkan tokoh-tokoh baru yang akan meneruskan jejak para pendahulu.
Masyarakat Tabagsel memiliki falsafah yang begitu indah, “Ro ia martambah, mulak ia markurang.” Falsafah itu sangat lekat dengan sosok Hamsir Siregar RCM. Dalam kehidupan bermasyarakat, kehadirannya kerap menjadi perekat persaudaraan, penggerak organisasi, dan penyambung silaturahmi antarelemen masyarakat.
Ia hadir membawa gagasan, energi dan manfaat bagi banyak orang. Sebaliknya, ketika tidak berada di tengah-tengah masyarakat, sosoknya kerap dicari karena perannya yang mampu menyatukan, mengayomi, dan menggerakkan kebersamaan. Itulah makna “Ro ia martambah, mulak ia markurang”—hadir memberi nilai tambah, tak hadir meninggalkan rasa kehilangan bagi banyak orang.
Falsafah itulah yang tercermin dalam pesan Hamsir Siregar RCM. Bahwa sebesar apa pun seseorang, kehadirannya harus memberi nilai tambah bagi sesama. Dan sebesar apa pun sebuah organisasi, ukurannya bukan hanya dari banyaknya anggota, tetapi dari kemampuannya melahirkan pemimpin-pemimpin yang mengabdi bagi daerah, bangsa, dan negara. Itulah peran yang diharapkan Hamsir terus dijalankan IKAPSI: merawat kehebatan putra Sipirok, agar nama besarnya tetap bersinar di pentas Indonesia, dari generasi ke generasi.
