Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Bawah Timbunan Ratusan Lusin Pakaian

0
25

PRIMENEWS | BANJARMASIN – Satu keluarga terdiri atas tiga orang, ditemukan tewas di bawah tumpukan pakaian, di sebuah gudang di Banjarmasin.

Gudang itu terletak di daerah Ratu Zaleha, Gang KH Dewantara 2 RT 19, Kelurahan Karang Mekar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Korban merupakan satu keluarga yang bekerja sekaligus menjaga gudang tersebut.

Ketiga korban adalah Ahmad Saubari (42), Siti Khadijah (33), dan SF, anaknya yang berusia 6 tahun.

Polisi menyebutkan, berdasar keterangan warga setempat, kemungkinan anak beranak itu sudah dua hari meninggal dunia.

“Penyebab kematian masih diselidiki,” kata Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Alfian Tri Permadi, kepana pers, Sabtu (11/9/2021).

Alfian menambahkan jenazah ketiganya ditemukan pada Jumat (10/9/2021) malam oleh Sari, salah satu anak pemilik gudang pakaian.

Saat itu, Sari hendak mengecek gudang lantaran bingung karyawannya sudah beberapa hari tak buka toko.

Sebelum masuk gudang, Sari sempat beberapa kali memanggil nama korban, namun tak ada jawaban dari dalam gudang.

Sari memanggil anggota keluarga lainnya, mereka pun lantas melakukan pengecekan.

“Namun keberadaan korban masih juga belum diketahui,” ujar seorang relawan dari Emergency Banua Rescue, Alay.

Saat itu, mereka mencium bau tidak sedap dari lantai bawah. Mereka pun memeriksanya, dan menemukan korban sudah meninggal dunia di bawah tumpukan ratusan lusin pakaian jadi.

Penemuan jasad satu keluarga ini langsung dilaporkan ke kepolisian. Sejumlah polisi dan tim relawan lalu mengevakuasi korban dari tempat kejadian perkara.

Jenazah para korban disemayamkan ke Instalasi Kamar Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin untuk divisum dan diautopsi.

Kapolres Banjarmasin Komisaris Besar Rachmat Hendrawan mengatakan, dari hasil penyelidikan tak ditemukan unsur kekerasan atau dugaan tindak pidana pencurian.

“Kkasus selesai karena pengembangan tidak ada unsur lain,” kata Rachmat, Sabtu (11/9/2021).

Rachmat mengatakan, rumah tempat satu keluarga tersebut tewas terdiri atas dua lantai.

Lantai atas rumah tersebut memang dipakai untuk menyimpan pakaian-pakaian konveksi sebelum dikirim ke toko-toko untuk dijual.

Saat kejadian, korban yang terdiri atas suami, istri dan anak berada di lantai dua tersebut.

Karena tumpukan yang diduga terlalu tinggi, pakaian-pakaian tersebut roboh dan menimpa keluarga tersebut hingga terjebak.

Korban juga ditemukan setelah beberapa hari kemudian dalam kondisi pintu terkunci dari dalam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here